• Sekitar 1. 000 peserta penggemar burung dari Semarang serta sekelilingnya ikuti lomba kicau burung di BSB Village, Minggu (4/11) . 

     

    Koordinator Sales BSB Village, Muhammad Hasan memaparkan, kira-kira 1. 000 peserta ikuti lomba kicau burung ini. Kesempatan ini jumlahnya peserta semakin banyak dari tahun kemarin ialah 980 peserta. 

     

    " Kesibukan ini teratur tiap-tiap tahun digelar BSB Village. Maksudnya adalah untuk mengangkut serta melestarikan kapasitas lokal di daerah Cangkiran, Gunungpati serta sekelilingnya, " ujarnya. 

     

    Dikatakannya, tidak cuman durian, kapasitas lokal yang berada pada daerah Cangkiran, Gunungpati, Boja, Mijen di sekelilingnya merupakan kekayaan burungnya. Banyak penduduk di sini yang masuk dalam populasi penggemar burung. 

     

    Pada perlombaan ini ada 27 model kelas yang dilombakan. Di antaranya, burung love bird, burung kacer, burung kenari, burung cucak hijau, burung murai batu, burung cucak jenggot, burung anis merah, burung trucuk, burung kolibri, burung cucak jenggot serta terdapat banyak kembali. 

     

    " Syarat-syarat pemenang terdapat pada kicau burungnya, sehat tidaknya burung, keindahan burung, " katanya. 

     

    Hasan memasukkan, dikehendaki dengan kesibukan ini bisa tingkatkan penjualan rumah BSB Village. Pada acara itu, dia membidik bisa terjual lima unit rumah di BSB Village. Tahun ini dia membidik kenaikan penjualan sebesar 20 prosen dari tahun kemarin. 

     

    Terhitung, tahun ini telah terjual 120 unit rumah. Mulai sejak dibuat hingga sampai saat ini penjualan rumah di BSB Village telah sampai 450 unit dengan keseluruhan area 65 hektare. Direncanakan, BSB Village menyiapkan tempat tinggal kira-kira 2. 500 unit-3. 000 unit. 

     

    " Dalam tempo dekat kami dapat buka klaster baru kembali bernama Aurora Valley sekitar 90 unit pada awal tahun kedepan. Terkecuali itu, kami juga membuat club house yang ditambahkan, restoran, kolam renang, taman serta rumah joglo, " katanya.

     

    Website : jenisburung com


    your comment
  • Pria bernama Moh. Arianto diringkus masyarakat sebab tidak berhasil melarikan diri selesai mengambil seekor burung murai punya Sutrisno (28) di kediamannya, Jalan Raya Pulorejo, Mojokerto, Jawa Timur. 

     

    Arianto diamankan selesai sepeda motor yang dikendarainya berhenti. Saat itu, aktor ditinggal tiga partnernya yang ikut mengambil burung ocehan itu. 

     

    Baca Juga : jenis burung murai batu

     

    " Korban meneriaki maling serta sepeda yang dimanfaatkan aktor tak berperan hingga sukses ditangkap, " kata Kasubag Humas Polres Mojokerto Kota, AKP Katmanto seperti dilansir beritajatim, Rabu (7/11/2018) . 

     

    Dari info korban, ada empat aktor yang kala itu memperlancarkan tindakan pencurian di tempat tinggalnya pada Selasa (6/11/2018) pagi. Arianto serta ke-tiga partnernya itu share pekerjaan kala mengambil burung murai yang tengah ada di sangkar. 

     

    " Tiga antara lain menanti di luar bekerja memperhatikan, tetapi selesai burung bersama-sama sangkarnya sukses diambil didapati pemilik jelas, " katanya. 

     

    Atas tingkah lakunya itu, Arianto mesti meringkuk di penjara.


    your comment
  • Beberapa puluh toples berisi Ikan cupang berjajar rapi di Kampung Krukah, Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. 

     

    Budidaya ikan hias yang diprakarsai Karang Taruna kelurahan Ngagelrejo berharga ekonomis. 

     

    Tempati ruangan cuma memiliki ukuran 6 x 3 mtr., ikan cupang kualitas export bisa dibuat dari kampung itu. Tujuan export, yaitu Swedia, Meksiko, serta Amerika Serikat. 

     

    "Skalanya masih tetap kecil. Belumlah export besar-besaran. Teratur tiap-tiap bulan tetap kami miliki berlangganan di Amerika Serikat. Masyarakat disana banyak yang menyukai ikan cupang," kata Nanda Fandi Fadhlullah, anggota Karang Taruna Ngagelrejo, Rabu (5/9/2018). 

     

    Ikan cupang itu di jual dengan bermacam harga sesuai dengan penampilan serta kualitas keindahan ikan. Jika untuk mainan anak-anak di jual di harga pada Rp 5.000 - Rp 20.000 per ekor. Jika untuk pasar lokal atau di kirim ke daerah dapat Rp 50.000 sampai beberapa ratus ribu per ekor. 

     

    "Sebab seni serta hoby hingga nilainya dapat tinggi. Ada yang sempat kami jual sampai Rp 600.000 per ekor. Kami dibantu medsos Instagram serta Facebook," kata Nanda. 

     

    Masa tehnologi berikut yang lalu jadikan Kampung Krukah dengan budidaya ikan cupangnya mendunia. 

     

    Sekarang ini sering pasar luar negeri melirik ikan cupang Krakah. Nanda serta rekan-rekan sekarang tengah mempunyai stock seputar 600 ekor di toples serta wadah-wadah air. 

     

    Satu hari sekurang-kurangnya 30 menit mesti menyempatkan diri mengatur sebatas bersihkan wadah atau memberikan makan ikan. 

     

    Sebelum kuliah, Nanda dibantu partnernya mengatur ikan-ikan cantik itu. Semangat mereka ikan cupang Krukah selalu tembus pasar luar negeri. 

    Baca Juga : jenis ikan cupang untuk dipelihara

     

    "Kami dibantu teman-taman barusan kirim ke Amerika Serikat 8 ekor ikan terindah. Per ekor kami hargai sangat murah 25 dolar AS. Barusan kami kirim 8 ekor cupang. Cost biaya kirim ditanggung ke konsumen. Ya seputar 5 dolar biaya kirimnya," kata Nanda. 

     

    Sebab cocok dalam tempat dolar naik, menguntungkan beberapa pembudidaya Ikan cupang. Bila 1 dolar sama dengan Rp 15.000 bermakna sekali transaksi 8 ekor cupang minimum Rp 1,8 juta. 

     

    Menurut Nanda, melemahnya rupiah serta sebaiknya dolar karunia buat Karang Taruna Krakah. 

     

    Tengah pasar lokal, banyak anak senang sekali beli cupang. Mereka ada yang hadir ke Krukah atau meminta diantar. 

     

    "Umumnya peminat dari beberapa masyarakat perumahan elite. Saya biasa kirim ke perumahan-perumahan," kata Yanuar. 

     

    Beberapa anggota karang taruna budidaya ikan cupang baru 2017. Akan tetapi, akhirnya telah mulai dirasa. Bahkan juga mereka berkemauan ingin jadikan Kampung Krukah penghasil ikan cupang kualitas export. 

     


    your comment
  • Keperluan ikan serta hasil laut yang lain di Kabupaten Cirebon cukuplah tinggi. Perihal ini membuat keinginan ikan, kerang serta lain-lainnya tidak dapat dipenuhi dengan nelayan lokal. Keadaan itu memaksa beberapa distributor ataupun entrepreneur kerang hijau menghadirkan ikan serta kerang di luar daerah untuk mensuplai keperluan kerang itu. 

     

    Salah satunya distributor ikan serta kerang di Desa Mundu Pesisir Hj Carnima pada Radar Cirebon menjelaskan, beberapa ikan serta kerang yang dia datangkan datang dari Indaramayu, Surabaya serta daerah yang lain untuk penuhi keperluan pasar lokal. 



    “Ini jika kerang dari Surabaya semua. Jika dari Cirebon ya tidak akan cukuplah, termasuk juga untuk ikan juga. Banyak yang perlu dipasok, bukan sekedar di sini untuk keperluan lokal tetapi untuk lokasi Bandung ikut,” katanya. 

     

    Sehari-harinya sangat dikit 1/2 ton sukses dia jual. Jumlahnya itu dapat makin bertambah bila ada momen-momenn spesial yang memerlukan kerang hijau. 

    Read More : kerang laut untuk dipelihara

     

    “Jadi, bukan sebab ikan serta kerang hijau dari Cirebon saat berkompetisi. Sebetulnya jika di tempat ini barangnya ada saya mungkin cukuplah beli di sini. Tetapi produksi kerang hijau di Cirebon belumlah dapat memenuhi untuk keperluan distributor, lebih untuk pasar lokal saja kerepotan, sebab keinginan pasarnya saja tinggi,” okeh paparnya. 

     

    Walau ada rumor kerang hijau beracun, akan tetapi kenyataannya sampai sekarang kerang hijau masih eksis serta tidak kehilangan konsumen setia. Bahkan juga konsumsinya sehari-hari condong naik, walau harga nya cukuplah mahal. 

     

    “Untuk kerang hijau, perkilogramnya sekarang ini harga nya seputar 20 ribu. Bahkan juga kemarin-kemarin sudah sempat naik jadi 24 ribu, tetapi itu yang telah dikupas, jadi walau harga nya cukup tinggi tetapi yang berminat ada banyak,” jelasnya. 

     

    Selain itu, Sunami pedagang di Pasar Mundu mengakui kerang hijau belum pernah kehilangan customer. Akan tetapi sayangnya sampai sekarang ini di Cirebon sendiri produksinya belum juga mencukupi serta masihmengandalkan supply di luar daerah. 

     

    “Padahal kekuatan pasarnya ada, beberapa yang beradar di Cirebon ini kiriman di luar daerah. Di sini kan sedikit petani kerang hijaunya, ditambah lagi untuk ikan. Di sini belumlah dapat buat nyukupin keperluan pasar, bahkan juga ada pula yang ikan import,” katanya.

    your comment


    Follow this section's article RSS flux
    Follow this section's comments RSS flux